Ketahanan Pangan, Habib Mulki: Gaet Profesor Nurul dari UGM Guna Meningkatkan Pengetahuan Pertanian

490 Views

Updatetodaynews.com

Sukabumi – Para Petani Karamat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kelompok Tani (FKKT), Desa Perbawati mengadakan pertemuan dalam rangka meningkat kan pengetahuan anggota.rabu (9/8/2023)

banner

Dalam penyampaiannya Prof Nurul mengata kan bahwa, Petani harus menyadari berbagai Potensi yang saat ini di miliki yaitu petani yang di butuhkan Pasar, bila di identipikasi dari semua potensi yang ada pada kelomppk Tani Karamat ternyata sangat banyak Tanaman Potensial untuk memasok kebutuhan Pasar Lokal maupun Pasar Global,

“tinggal memanage petani untuk mengatur Pola tanam, meningkatkan Kwalitas,serta membuat rencana kerja kelompok”.ujarnya

Pada kesempatan tersebut Prof Nurul memperkenalkan sebuah Komoditas Exslusif bernama kentang gantung, yang mana tanaman tersebut memiliki umbi, dan buah di tiap ketiak daun yang menyerupai kentang, dan rasa nya lebih enak dari pada kentang, dengan Bobot buah.maksimal 2 kg.

Lebih lanjut Prof Nurul menjelaskan bahwa tanaman ini di Perkenalkan kepada Petani Karamat, dan akan di kembangkan guna ketahanan Pangan yang nilai ekonomisnya sangat tinggi, kentang gantung ini, seumur hidup Cukup 1x tanam, tahan kemarau, karena berumbi yang makin lama makin besar, dan nilai jual umbinya pun tinggi,

Sehingga lanjutnya,menanam kentang gantung sangat menguntungkan, karena tiap tahun Produksi nya akan meningkat, satu pohon bisa menghasilkan 200 kg. Yang harga Jual nya maksimal Rp 20.000,- / Kg.Jelas Prof Nurul diakhir penyampaiannya.

Sementara itu Habib Mulki dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pihaknya mendampingi petani selama 6 tahun, mulai membenahi kelembagaan petani, meninglkatkan kemampuan petani, melalui kerjasama dengan ADS IPB,membina modal usaha Petani dengan berbagai kerjasama bisnis dengan perusahaan,

Selain itu lanjut Habib Mulki,kami melakukan terobosan Pasar sampai ke Pasar Komoditas Nasional (PASKOMNAS) walaupun saya tau itu tidak mudah, dan seringkali menemukan kegagalan, tetapi saya selaku Pembina kelompok tani tidak boleh berhenti melakukan terobosan dan inovasi guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani baik secara teknis maupun pinansial, sehingga petani berdaya saing dan bernilai jual, pungkas Habib Mulki.

 

(Awr/iha/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *