Bandung | Updatetodaynews.com – Setelah menyelesaikan urusan di wilayah Kabupaten Bandung Barat, kami melanjutkan perjalanan pulang menuju Jakarta melalui kawasan Kertawangi. Dalam perjalanan tersebut, Burhan salah satu dari lima orang dalam rombongan kami mengusulkan untuk singgah sejenak di Curug Bugbrug.
Di lokasi, kami berkesempatan bertemu dengan Pak Mansur, salah satu pengelola Curug yang telah lama mengenal Burhan dan penulis sempat foto bersama Pak Mansur. Percakapan kami berlangsung cukup hangat. Pak Mansur menceritakan bahwa sejak kecil ia telah akrab dengan kawasan Curug ini, bahkan menjadikannya sebagai tempat bermain bersama teman-temannya di masa lalu. Mengingat beliau merupakan putra asli daerah setempat.
Menurut penuturan Pak Mansur, jumlah kunjungan wisatawan cenderung meningkat pada akhir pekan maupun hari libur.
Namun demikian, tingkat kunjungan masih tergolong terbatas, sekitar 100 orang per hari pada kondisi ramai. Minimnya sosialisasi dan promosi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan potensi wisata alam ini belum dikenal secara luas. Bahkan pada hari ini Minggu (26 April 2026), berdasarkan pengamatan penulis, jumlah pengunjung tampaknya tidak mencapai angka 100.
Secara pribadi, saya menilai Curug Bugbrug sebagai destinasi wisata alam yang sangat asri, dengan keindahan yang masih terjaga dan nuansa alami yang menyegarkan.
Harga tiket masuk pun relatif terjangkau, yakni Rp20.000 per orang. Fasilitas area parkir tersedia untuk bus, mobil, maupun sepeda motor. Dari lokasi parkir, pengunjung hanya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit atau kurang lebih 400 meter untuk mencapai titik air terjun. Setibanya di lokasi, panorama yang tersaji begitu memukau, sejuk, alami, dan menenangkan.
Menutup perbincangan, Pak Mansur menyampaikan harapannya,” agar ke depan Curug Bugbrug dapat semakin dikenal dan diminati oleh wisatawan. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran pengunjung untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, demi mempertahankan keindahan alam yang ada”.
(Redaksi)













