Parung panjang – UTNews.com, Desa Pingku Gelar Rembug Stunting Desa yang langsung di Sekecamatan Parungpanjang yang langsung di pimpin oleh kepala Desa Pingku H.Madnawin.”Senin (10/7/2023)
Acara tersebut dimulai pukul 09.00 s/d 12.00 wib hadir dalam rapat tersebut H. Madnawin Kepala Desa Pingku,Mulyawan Sekdes Desa Pingku,Muhdi Kaur Tu & umum Desa Pingku,Icang Aliudin, S.Pd, S.IP, MM yang diwakili Dewi Kasidikes kecamatan Parungpanjang,Eka Qumara pendamping Desa sekecamatan Parung panjang,Samuji Puskemas Desa Dago,Rikaumimah ketua posyandu Desa Pingku,Hj. Sukamwati Tp PKK Desa Pingku
Ditempat yang sama Sekdes selaku moderator dalam rapat tersebut memberikan kesempatan kepada semua narasumber untuk menyampaikan pandanganya.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Desa Pingku yang akrab disapa H.Nawin menyampaikan bahwa pihak Desa sangat mendukung dalam program Rempug Desa stunting sekaligus kami melakukan pencegahan lebih baik. “tuturnya
Rapat berdasarkan sesuai surat camat Parungpanjang 3 Juli 2023 nomor : 400.10.3.1/389 – Penkes perihal pelaksanaan Rembug Stunting Desa.
Berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia ( SSGI )2021-2022 Indonesia mengalami penurunan angka Stunting 2,8%,capaian tersebut sesuai dengan target yang dicanangkan oleh kementerian kesehatan yaitu 2,7%,setiap tahunya sehingga dengan demikian upaya menurunkan Stunting sebanyak 14% pada tahun 2024, diharapkan bisa tercapai dengan RPJMN
Saat ini Stunting kembali ramai dibicarakan dan banyak orang awam tidak paham mengenai Stunting,Stunting adalah keadaan tubuh yang sangat rendah dilihat dengan standar WHO-MGRS(multicentre growth reference study)
Anak Stunting merupakan indikasi kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan masa kehamilan,terbatasnya layanan kesehatan. Makanan bergizi untuk anak sangat penting karena kurangnya akses ke makanan bergizi juga menjadi penyebab anak Stunting,hal ini karena makanan bergizi tidak murah,Stunting juga bisa disebabkan karena kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi,cuci tangan saat ini masih rendah
Ditempat terpisah Camat Parungpanjang saat di konfirmasi via tlp oleh awak media updatetodaynews.com menyampaikan. Kami melaksanakan Rembug Desa Stunting secara terjadwal untuk mendukung dan mendorong terwujudnya Bogor bebas Stunting (Gobest) atau zero Stunting.
Terkait rembuk stunting langkah penting yg harus di lakukan pemerintah, kita secara bersama sama pemangku kebijakan menanggung jawab dalam pelayanan sekitar lembaga dan pemerintah dan non pemerintah yang harus ikut serta dalam rangka rembug stunting.
Sasaran stunting mengarah kepada remaja, calon pasang usia subur, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia nol sampe umur 9 bulan. Ciri ciri stunting pada pertumbuhan anak tertunda berat badan pertumbuhan anak rendah bisa di bilang berbadan pendek pada seusianya. Langkah pencegahannya pemberian tablet tambah darah ( TTD ) dan lakukan pemeriksaan kehamilan, berikan makan ibu hamil gizi dan zat besi. “Ujarnya.
Anak stunting bisa di sembuhkan kalau dia bisa normal itu sebelum usia 2 tahun maka dari itu dari masing masing sektoral harus ikut serta dalam ikut rembug stunting ini agar dapat diberikan edukasi kepada masyarakat. ” Tutupnya.
(Awr/red)













