Sukabumi – UTNews.com, Yayasan Madinah Global Senter siap kan 200 Paket Umroh Gratis untuk 100 KADES dan 100 Kiai se Kab Sukabumi.Hal itu ditegaskan H.Adlan Ketua Yayasan Madinah Global Center Usai Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mesjid dan Sumur Bor di Cibaregbeg Sagaranten Sukabumi.
H.Adlan menegaskan bahwa kriteria KADES dan Kyai yang mendapatkan Paket Umroh gratis dilakukan penjaringan sepenuhnya oleh Relawan Habib Mulki Center, jelasnya
Saat perayaan 1 muharam yang dihadiri lebih dari 100 Ustad kiai dan Habaib di kediaman KADES Cibaregbeg.
Rombongan Habib Mulki yang mendampingi Kunjungan Alhabib Paiz dari kerajaan saudi arabia bertolak ke Sukabumi pada pukul 16.00, sedangkan Acara tabligh Akbar oleh Kyai Deden ZA bersama para Relawan Habib Center di lanjutkan dengan Pemberian Paket Umroh Gratis dari Yayasan Madinah kepada seorang KADES dan Seorang Kyai.Yang diakhiri tangis Bahagia Kiai yang mendapatkan paket Umroh gratis.
Sementara itu anggota DPRD fraksi PDIP kabupaten Sukabumi Fauzy sangat antusias menyambut Habib Mulki bersama Rombongan.Dikesempatan tersebut Fauzy mengatakan guna membangun Desa di wilayah 5, pihak nya menyatakan mendukung kegiatan yayasan, terutama dalam Pembangunan, kemudian perekonomian masyarakat pun tidak luput dari Perhatian Yayasan yang di Motori Habib Mulki,
“Hal itu di buktikan dengan mengadakan santunan oleh yayasan guna meringankan beban anak Yatim, sedang kan konsentrasi Pembangunan Sarana keagamaan berupa Pembangunan Mesjid, Wakaf Alqur’an, Rehab Madrasah dan PONPES, di imbangi dengan kebutuhan masyarakat tentang Air minum, dengan pembangunan Sumur bor serta pembinaan Petani untuk Pemasaran hasil Produksi Pertanian”Jelas Fauzy.
“kami Hadir untuk memberi solusi, sehingga program yang mulia guna pembangunan Wilayah Sukabumi, di tangkap dan di Pasilitasi Anggota DPRD” Ungkap Fauzy.
Sementara itu Habib Mulki saat di konfirmasi awak media usai acara Peletakan Batu Pertama 1 muharam di Cibaregbeg Sagaranten, menyatakan bahwa pihak nya tergugah atas kesulitan Pembangunan Mesjid sampai ada yang memungut saweran di Jalan, kemudian di wilayah Pajampangan banyak yang mengambil air cukup jauh dan kesulitan,
kemudian kami prihatin dengan para petani yang hari ini selalu merugi, gara gara tidak memiliki Pasar yang jelas,Katanya pada Kamis (20/7/2023)
(Awr/red)














